Senin, 23 Desember 2013

4.Komunikasi


Pada masa dahulu sebelum ada mikropon  atau alat penguat suara, alat musik gandang tigo ini digunakan sebagai media informasi untuk menghimbau masyarakat. Apabila masyarakat akan mengadakan gotong royong atau kerja bakti maka dibunyikanlah gandang tigo dan talempong dengan keliling kampung sambil meneriakan oi urang kampuang bisuak kito bagotong royong (hai masyarakat desa besok kita akan bergotong royong). 
Zaman makin berkembang dan sudah mempunyai alat pengeras suara seperti mikropon, sehingga sekarang gandang tigo sebagai media informasi kepada masyarat tidak selalu digunakan lagi untuk hal diatas, akan tetapi dalam hal ini musik gandang tigo tetap mempunyai fungsi komunikasi secara tidak langsung. Dimana apabila gandang tigo dimainkan dalam acara tertentu dalam masyarakat ada sebagai pertanda memberikan informasi pada masyarakat bahwa acara tersebut sudah dimulai, seperti rapat ninik mamak, mairiak (panen padi), gotong royong, Pararakan dalam baralek( resepsi pernikahan).

5.Fungsi perlambangan. 
Musik gandang tigo terdiri dari tiga macam yang dimainkan oleh tiga pemain secara batingkah (dalam konsep musik disebut interlocking). Pemberian  nama gandang tigo ada hubungannya dengan tali tigo sapilin atau tungku 3 sajarangan yang menggambarkan falsafah hidup orang Minangkabau, Tali tigo sapilin melambangkan daerah Minangkabau yaitu luhak nan tigo sehingga fungsi musik gandang tigo mengambarkan fenomena tersebut. Hal ini bukan berarti musik gandang tigo dijadikan sebagai lambang dan pengesahan suatu lembaga yang berkaitan dengan norma norma sosial masyarakat. Akan tetapi menurut penulis musik gandang tigo sebagai fungsi pelambangan secara tidak langsung bahwa penyajian gandang tigo terdiri dari tiga intrumen yang mempunyai satu kesatuan. Terlihat dari bentuk musikalnya yang dimainkan secara batingkah. Apabila salah satu intrumen tidak dimainkan maka tidak terbentuknya suatu keutuhan garap bentuk lagu, sehingga ini akan mengkiaskan falsafah tali tigo sapilin sebagai falsafah hidup masyarakat Tabek Panjang khususnya, Minangkabau umumnya.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar